Valentino Rossi (lahir di Urbino,
Italia,
16
Februari 1979; umur 30 tahun) adalah seorang
pembalap di kejuaraan grandprix motor dunia setelah era Michael
Doohan, dengan titel juara dunia di empat kelas yang berbeda yang
diraihnya dalam waktu tujuh tahun berkarir.Ia adalah salah seorang pembalap
tersukses sepanjang masa, dengan 9 gelar Juara Dunia. Menurut majalah olah raga
terbitan Amerika, Sports Ilustrated, Rossi adalah salah satu olahragawan
bergaji terbesar di duunia, ia diperkirakan digaji $34 juta pada 2007. Putra
dari mantan pembalap GP 250 cc Graziano
Rossi dan Stefania Palma ini memegang banyak rekor
dan prestasi yang diraihnya melampaui banyak seniornya. Total pembalap
eksentrik ini membukukan 9 gelar juara dunia, sekali di kelas 125cc, sekali di
kelas 250cc, dan tujuh kali di kelas puncak, 500cc dan MotoGP
Setelah ayahnya,
Graziano Rossi, Rossi memulai balapan di Grand Prix pada 1996 untuk Aprilia di
antara 125 cc kategori dan memenangkan Kejuaraan Dunia pertama tahun
berikutnya. Dari sana, ia pindah ke kategori 250cc dengan Aprilia dan
memenangkan 250cc Kejuaraan Dunia pada tahun 1999. Ia memenangkan Kejuaraan
Dunia 500cc dengan Honda pada tahun 2001, Kejuaraan Dunia MotoGP (juga dengan
Honda) pada tahun 2002 dan 2003, dan melanjutkan kemenangan beruntunnya dengan
memenangkan kejuaraan dunia 2004 dan 2005, setelah meninggalkan Honda untuk
bergabung dengan Yamaha, sebelum merebut kembali gelar pada 2008 dan
mempertahankannya di tahun 2009.
Rossi adalah yang
pertama dalam klasemen terbanyak memenangkan perlombaan dalam sejarah 500 cc /
MotoGP, dengan 77 kemenangan, dan kedua di sepanjang masa menang klasemen
keseluruhan dengan 103 menang balapan (di belakang Giacomo Agostini dengan
122).
Lahir Untuk Balap
Rossi memang
dilahirkan untuk menjadi pembalap, Ia tumbuh dilingkungan yang sangat mendukung
karirnya. Ayahnya, Graziano Rossi adalah seorang pembalap besar dimasa ’70-an.
Otomatis ia besar dilingkungan yang kental atmosfer balap. Ketika anak-anak
seusianya asyik dengan mainannya, Rossi bermain dengan motor balap sungguhan di
tengah paddock pembalap ternama Luca Cadalora ataupun Loris Reggiani.
Entertainer
Saat pertama
bergabung di Gp 500cc bersama tim bekas Doohan, yang dikepalai oleh seorang
mekanik handal Australia bernama Jerremy
Burgess, suasana paddock sangat terpengaruh perangai Doohan yang
temperamental. Semua mekanik dan staff tim tampak serius dan cenderung penuh
tekanan. Suasana ini buat Rossi sungguh tak masuk akal, menurutnya ia tak bisa
membayangkan membalap tanpa merasa fun, kemudian waktu ia mulai menang, ia
bertekad untuk merayakan besar-besaran, menurutnya ia cuma ingin melakukan
sesuatu yang baru, menunjukkan emosi memenangkan balap.

Sejak saat
itulah, pesta kemenangan jadi ciri khasnya. Tak hanya bersama teman, juga
ribuan pendukungnya yang memadati sirkuit. Dengan aksi-aksinya, Rossi bagaikan
magnet yang menarik orang untuk menonton GP. Para pecinta GP tentu masih ingat
akan aksinya memboncengkan fansnya yang berkostum ayam berkeliling sirkuit,
aksinya memboncengkan fans yang berpakaian dokter, ia juga pernah membonceng
angka satu raksasa sebagai simbol juara dunia, juga aksi wheelie dan burnout
nya yang sudah tak terhitung setiap memperoleh kemenangan. Ia juga kerap
memberikan kneepad atau topi nya kepada fansnya dengan melemparnya saat berada
di podium. “Valentino itu petarung hebat. Tetapi ia juga tahu kalau kita berada
ditengah bisnis hiburan. Jadi ia juga suka menghibur,” kata Burgess.
Julukan
Rossi
Dalam perjalanan
balapnya rossi kerap berganti julukan dan melakukan hal-hal yang menarik
perhatian dan menghibur. Ia beralasan bahwa semuanya itu dilakukan dimulai
dengan niat bersenang-senang dan melakukan sesuatu yang lucu.
Rossifumi Julukan Rossi yang
diciptakan oleh temannya saat Rossi membalap di kelas 125cc julukan ini
tercipta karena Rossi kagum dengan pembalap Jepang yang khas dengan rambut
panjangnya, Norick Abe yang saat itu berumur 17 tahun
dan dengan gigih bertarung dengan Michael Doohan dan Kevin
Scwantz dikelas 500cc, karena nama asli pembalap Jepang itu Norifumi
Abe maka Rossi dijuluki Rossifumi.Tahun 2004 Rossi dan Abe sama-sama membela
Yamaha berada dalam beda tim namun satu grafis,yaitu dominasi warna biru.Rossi
berada di tim Gauloises Fortuna Yamaha Team sedangkan Abe bernaung di Fortuna
Gauloises Tech 3 Yamaha Team.
Valentinik Julukan ini berasal
dari tokoh kartun Daffy Duck yang menjadi superhero yang di Italia bernama
Paperinik. Julukan ini dipakainya pada saat membalap di kelas 250cc.
The Doctor Setelah naik ke kelas
500cc pada musim 2000 Rossi menjuluki dirinya dengan The Doctor karena membalap
di kelas 500cc butuh keseriusan dan ia merasa dirinya bukan anak kecil lagi,
selain itu ia juga menyukai ide sebagi illmuwan gila dan melakukan eksperimen
gila, ia menganggap pantas memakai julukan itu setelah mendapatkan prestasi
sebagai juara dunia.”Di balap 500cc kita tidak butuh superhero. Yang kita
perlukan cuma tenang, kalem, dan pemikir seperti dokter,”ucapnya. Disamping
itu, nama Valentino di Italia kebanyakan digunakan oleh para dokter. Ia juga
mulai mengurangi perayaan kemenangan yang dianggapnya sudah tak pantas ia
lakukan. “Cukup dengan melambai seperti pembalap lain, lalu malamnya pesta
habis-habisan bareng sahabat-sahabat saya.”
Pindah
ke Yamaha
pada akhir musim
2003 menjelang musim 2004 Valentino Rossi membuat keputusan yang mengejutkan.
Ia memutuskan hijrah dari tim yang dibelanya waktu itu yaitu tim pabrikan
Honda, Repsol Honda HRC yang telah mengantarkan dirinya meraih juara dunia 2002
dan 2003 serta membawa Doohan merebut juara dunia 1994, 1995, 1996, 1997, 1998
juga Alex Criville menjadi juara dunia 1999.
Rossi memutuskan meninggalkan tim super tersebut dan memilih bergabung bersama
tim Yamaha, yang terakhir meraih juara dunia pada tahun 1992 melalui pembalap Wayne Rainey. Rossi tidak pindah ke tim
Yamaha sendirian, ia juga membawa Jerremy Burgess, kepala mekaniknya yang
dahulu juga menangani Doohan dan Criville. Mereka melakukan serangkaian tes
membenahi teknologi motor Yamaha YZR M1 milik Rossi agar mampu menandingi
motor terkuat di MotoGP saat itu, RC211V milik Honda.
Mengenai
kepindahannya ini, banyak yang tak mengira dan pesimis ia akan mampu
mempertahankan gelar juaranya. Salah satu pernyataan pesimis datang dari Max
Biaggi, musuh bebuyutannya mengatakan, “Aku tak menyangka ia pindah ke Yamaha,
tapi bagaimanapun juga akan sulit mengalahkan Honda. Bahkan Rossi sendiri
kurang optimis ia mampu mempertahankan juara dunianya. “Kami membutuhkan waktu
untuk tampil kompetitif, untuk menang pada musim pertama bersama Yamaha jelas
sangat sulit”. Tapi ia mementahkan semua pandangan pesimis tersebut. bahkan
pada seri pertama musim 2004 di GP Welkom, Afrika Selatan ia mengalahkan Max
Biaggi yang mengendari motor Honda, meskipun dengan perlawanan yang sangat
ketat, dengan motor yamaha, yang terakhirnaik podium tahun 1992 !! bahkan pada
tahun 2004 dan 2005 Rossi menjadi juara dunia bersama Yamaha! dan menjadi
pembalap yamaha pertama yang paling banyak juara dalam satu musim (rossi juara
9 kali pada musim 2005)
Orang lain tentang Rossi
Mick Doohan: “Dia
melakukannya (membalap) jauh lebih serius daripada saya.”
Max
Biaggi: “Bagaimana mungkin tahun pertama dia hanya finish sembilan
kali dan tiba-tiba bisa mendominasi seperti itu ?. Semua pembalap berpendapat
sama: mereka (Honda) memberinya motor hebat, dan cuma dia yang dapat. Mereka
melakukan apa saja untuk membuat orang itu menang.”
Randy Mamola: Jika ada balapan dan semua
pembalap memakai motor dengan teknologi dan mesin yang sama, juaranya akan
tetap motor kuning bernomor 46. VALENTINO ROSSI !
Michael
Schumacher: “Rossi akan meraih kesuksesan seperti sahabat saya
Michael Doohan. Dia pemuda berbakat dan bisa melakukan apa saja dengan
motornya.”
Hobi
Rossi mencoba
untuk menjaga kehidupan pribadinya dari mata publik sebanyak mungkin, meskipun
ia tidak membuat rahasia tentang kesukaannya pada klub sepak bola Italia Inter
Milan. Rossi sering menonton langsung pertandingan Inter Milan dengan duduk
bersama para pemain cadangan mereka. Rossi dikenal berteman dekat dengan pemain
Inter Milan Marco Materazzi dan Balotelli, Bahkan sesaat setelah memenangi
Grandprix Jerman 2006 Rossi merayakan dengan memakai kaos sepak bola Italia
bernomor 23 milik Materazzi. Setelah Rossi memenangkan gelar Dunia yang
kesembilan pada bulan Oktober 2009, Inter Milan mengucapkan selamat kepada Rossi
pada website resmi mereka. Rossi juga seorang kidal.
Hewan
Peliharaan
Anjing peliharaan
Rossi yang terkenal bernama Guido, bulldog Inggris yang telah sejak tahun 2000
dimilikinya. Setelah Rossi sering berkeliling dunia Guido tidak bisa tinggal di
London dan tinggal bersama ibu Rossi di Tavullia. Rossi hanya bisa melihat
anjing saat mengunjungi Ibunya. Guido yang gambarnya telah menjadi maskot pada
jok motor dan helm Rossi, meninggal setelah GP Australia 2008, dan untuk
memberi penghargaan, Rossi merancang stiker khusus bergambar Guido dengan
sepasang sayap malaikat surgawi sedang mengambang di awan. Guido telah beberapa
kali tampil lain pada motor Rossi. Ketika tertinggal 32 poin di kejuaraan tahun
2006, Guido berpakaian dengan setelan Inuit. Guido juga mengenakan baju tahanan
selama tes pra musim.
Kematian Guido
telah menarik begitu banyak perhatian seperti yang disebutkan di koran olahraga
Italia yang paling bergengsi Gazzetta dello Sport. Sang Anjing bahkan
membintangi Quarantasei, sebuah novel grafis yang dihasilkan oleh Milo Manara
berisi fiksi tentang petualangan Valentino Rossi dan akhirnya meraih kejayaan
dalam balap motor.
Sejak kematian
Guido, Rossi kini memiliki dua anjing baru (satu jantan dan satu betina),
anjing baru tersebut diberi nama Cesare dan Cecilia. Selama GP Misano tahun
2009, tepat setelah Rossi melakukan kesalahan di Indianapolis, kedua anjing itu
mengenakan telinga keledai pada helm Valentino.
Prestasi
1985 Go-kart pertama.
1989 Debut balap karting 60cc.
1990 Juara kejuaraan karting regional
60cc, menang sembilan kali.
1991 Peringkat 5 di Kejuaraan
Junior go-kart Italia pertama terjun.
1992 Juara Italian minibike
Endurance.
1993 Peringkat 12 Italian 125cc
Sport Production championship, dengan motor Cagiva.
1994 Juara Italian 125cc Sport
Production, dengan motor Cagiva.
1995 Juara Italia
125cc; peringkat 3 125cc Kejuaraan Eropa peringkat 11.
1996 Peringkat 9 Grandprix
125cc, peringkat 10 kejuaraan Eropa 125cc.
1997 Juara Dunia Grandprix
125cc, meraih 11 kemenangan dari 15 balapan.
1998 Runner up Grandprix 250cc,
Nastro Azzurro Aprilia.
1999 Juara Dunia Grandprix
250cc, Aprilia Grand Prix.
2000 Runner up Grandprix 500cc,
Nastro Azzurro Honda.
2001 Juara Dunia Grandprix
500cc, Nastro Azzurro Honda.
2002 Juara dunia Motogp, Repsol
Honda Team.
2003 Juara dunia Motogp, Repsol
Honda Team.
2004 Juara dunia Motogp,
Gauloises Fortuna Yamaha team.
2005 Juara dunia Motogp,
Gauloises Yamaha team.
2006 Runner Up Motogp, Camel
Yamaha team.
2007 Peringkat 3 Motogp, Fiat
Yamaha team.
2008 Juara dunia Motogp, Fiat
Yamaha team.
2009 Juara dunia Motogp, Fiat
Yamaha team.
*masih banyak lagi prestasi the doctor yang tidak di tulis.. termasuk rekor-rekornya.. tanya langsung aja..
Cerita Belum Berakhir
Tak banyak rider MotoGP yang bisa dianggap legenda. Tak banyak rider MotoGP
yang dipuja bukan cuma karena sedang jadi juara. Dan Tak banyak rider MotoGP
yang selalu jadi pusat perhatian baik dari sisi positif maupun dari sisi
negatifnya. Dari yang tak banyak itu, Valentino Rossi adalah salah satunya.
Berikut
ini adalah ringkasan perjalanan karir Valentino Rossi di ajang balap motor
dunia sejak musim 1996 hingga musim 2010.
1996, Debut Debut
awal Valentino Rossi diajang balap motor dunia dimulai dengan mengikuti kelas
125cc. Dengan motor Aprilia, Rossi menjadi rider tunggal di team Scuderia AGV.
Helm produksi Italia itulah yang berjasa membawa Rossi ke balapan kelas dunia.
Mungkin kaena itu Rossi sangat fanatik dan setia dengan AGV hingga kini. Beda
dengan rider lain kala itu yang biasa memakai nama belakangnya di baju balap,
Rossi menulliskan nama Rossifumi yang merupakan gabungan dari namanya dan nama
rider idolanya saat itu, Norifumi Abe (rider GP500 asal Jepang, lebih dikenal
dengan nama Norick Abe). Rossi melewati musim pertamanya dengan cukup
mengesankan. Dia berhasil dua kali naik podium. Sekali di posisi ke-3 dan
satunya lagi sebagai juara seri. Di kelasemen akhir, Rossi bertengger di
peringkat ke-9.
1997,
Awal Prestasi & Awal Permusuhan Pada musim keduanya di kelas 125cc, Rossi mendapat sponsor baru dari sebuah
perusahaan beer Italia, Nastro Azzurro. Sedangkan AGV tetap menjadi sponsor
pribadinya. Berbekal pengalaman setahun, Rossi tampil sangat dominan di musim
1997. Dari 15 seri yang digelar, Rossi meraih 11 kali juara seri, sekali runner-up
dan sekali finish di posisi ke-3.
Merasa
bisa menang dengan mudah, Rossi pun mulai “berulah”. Rossifumi jadi pelopor
rider dengan selebrasi unik. Dia pernah membawa (dan mencumbu) boneka replika
Claudia Schiffer, pernah juga bergaya ala Superman & Robin Hood. Saat
memastikan gelar juara ditangannya, Rossi menggendong angka 1 yang berukuran
besar.
Selain
prestasi, tahun 1997 juga menandai dimulainya perseteruan dengan Max Biaggi.
Biaggi adalah rider idola Italia saat itu. Dia sudah menjuarai GP250 tiga kali
berturut-turut bersama aprilia, musim 1997 itu Biaggi sedang mengejar gelar
keempatnya bersama Honda. Seperti yang diceritakan Rossi dalam buku
autobiogafinya “What If I Had Never Tried It?“, perseteruan itu berawal
saat konferensi pers usai race di Syah Alam, Malaysia. Berawal dari pertanyaan
wartawan pada Rossi: “Apa kamu ingin menjadi Biaggi versi 125cc?” Dengan cuek
Rossi menjawab: “Maaf, sepertinya justru dialah yang bermimpi ingin menjadi
Rossi dengan motor 250cc-nya”. Jawaban Rossi itulah yang bikin Biaggi
tersinggung berat. Menjelang seri berikutnya yang berlangsung di Jepang, secara
tak sengaja mereka bertemu di sebuah restoran. Biaggi pun menghampiri Rossi
lalu berkata: “Sebelum berkomentar tentang diriku sebaiknya cuci dulu mulutmu”.
Dan perseteruan dua rider top Italia itupun dimulai.
1998,
Naik Kelas Berhasil
menjuarai kelas 125cc, Rossi mendapat kesempatan naik ke kelas 250cc pada musim
1998. Masih dengan pabrikan Aprilia dan sponsor Nastro Azzurro-nya. Meski
sebagai rookie, Rossifumi sudah jadi salah satu kandidat juara. Dia bersaing
dengan dua rider Aprilia lainnya, Loris Capirossi dan Tetsuya Harada. Musim
pertamanya di kelas 250cc pun berakhir di posisi runner-up dibawah rekan
senegaranya, Loris Capirossi.
1999,
Tradisi Juara di Musim ke-2 Rossi
mengganti (tepatnya menambah) lagi namanya dari Rossifumi jadi Valentinik
Rossifumi. Nama Valentinik adalah gabungan antara nama depannya dengan nama
tokoh komik idolanya. Selebrasi paling uniknya saat itu adalah tepuk kaki dan
masuk toilet di pinggir sirkuit Jerez (selebrasi ini kemudian diulangnya lagi
saat tampil di MotoGP 2009).
Seperti
halnya saat di kelas 125cc, Rossi melalui musim keduanya dengan fantastis. Naik
podium sebanyak 12 kali dari 16 seri yang diperlombakan, 9 diantaranya podium
puncak. Rossi pun berhasil menggeser Capirossi sebagai juara dunia kelas 250cc.
2000,
Bergabung dengan Para Raja Naik
ke kelas 500cc, Rossi terpaksa meninggalkan Aprilia karena motor 500cc milik
pabrikan Italia itu kurang kompetitif. Sebagai rider yang potensial, tak sulit
buat Rossi untuk mendapatkan tempat di kelas puncak. Honda menyambutnya dengan
senang hati. Kedatangannya di kelas para raja bahkan langsung ditangani oleh
dua nama besar yaitu juara dunia 5 kali GP500, Mick Doohan beserta mantan
kepala mekaniknya Jeremy Burgess.
Sementara
Max Biaggi menyambut musuh bebuyutannya dengan komentar sinis. “Sekarang ia
mesti mencopot dan menyimpan semua barang-barang mainannya ke lemari, karena ia
bukan badut kecil lagi saat ini”.
Kedua
rider Italia itupun menjalani musim 2000 dengan lebih fokus untuk saling mengalahkan
daripada merebut gelar juara dunia. Puncaknya terjadi saat GP Mugello. Keduanya
saling susul menyusul di barisan depan. Mereka benar-benar terobsesi untuk
menunjukkan kepada publik Italia siapa yang lebih hebat diantara mereka berdua.
Yang terjadi kemudian, keduanya terjatuh dan juara seri akhirnya direbut oleh
rider Italia yang lain, Loris Capirossi.
Rossi
mengakhiri musim pertamanya di kelas puncak sama dengan musim pertamanya di
kelas 250cc, menjadi runner-up di kelasemen akhir.
2001,
Raja Baru Api
permusuhan antara Valentino Rossi vs Max Biaggi yang sudah membara di musim
2000 jadi semakin berkobar di musim 2001. Perang terbuka sudah dimulai pada
seri pertama yang berlangsung di sirkuit Suzuka-Jepang. Berawal saat Rossi yang
hendak menyalip Biaggi. Tak disangka Biaggi menghalangi Rossi dengan
menjulurkan siku tangannya. Kontan hal ini membuat Rossi keluar lintasan.
Beruntung dia masih bisa menguasai motornya dan bisa balik lagi ke lintasan.
Ketika akhinrnya Rossi berhasil mendahului Biaggi, sambil melintasi tikungan
Rossi mengacungkan jari tengahnya.
Kejadian
itu lantas menjadi berita besar di seluruh belahan dunia. Banyak yang
menyayangkan tindakan Rossi karena dianggap tidak pantas dilakukan oleh seorang
public figure dihadapan jutaan penonton yang menyaksikan baik secara langsung
maupun melalui siaran televisi. Namun tak sedikit pula yang mengecam kelakuan
Biaggi yang dinilai sangat tidak sportif.
Permusuhan
dua rider Italia itu nampaknya sudah tak bisa dibendung lagi. Saat GP
Catalunya, keduanya terlibat kontak fisik (berkelahi sungguhan) sesaat sebelum
naik podium. Meski tak satupun cameraman berhasil mengabadikan kejadian
tersebut, namun para wartawan bisa mendengar dengan jelas keributan itu dari
balik dinding. Sekali lagi kecaman untuk kedua rider itu tak terelakkan.
Seri
berikutnya di Assen, Dorna berinisiatif mendamaikan kedua rider papan atas itu.
Di hadapan ribuan wartawan, Rossi dan Biaggi bersalaman dan menyungging
senyuman. Namun toh kejadian itu cuma ceremonial belaka. Nyatanya permusuhan
mereka tak pernah surut, hanya saja sejak itu tak lagi secara terang-terangan.
Musim
2001 ini merupakan yang terakhir kali kelas 500cc diperlombakan. Rossi yang
kala itu mulai menggunakan julukan “The Doctor” berhasil menjadi juara kelas
500cc untuk terakhir kalinya.
2002,
Masa Peralihan Awal
musim 2002 nasib The Doctor sempat menggantung. Itu lantaran dia bersikeras
tetap bertahan di team dengan satu rider. Sejak berlaga di kelas 125cc hingga
500cc, Rossi memang tak pernah punya teamate. Namun regulasi MotoGP
mengharuskan team utama terdiri dari dua rider. Rossi akhirnya “menyerah”
dengan bersedia bergabung di team Repsol Honda hanya beberapa hari menjelang
seri perdana dimulai.
Musim
2002 adalah masa peralihan dari Grand Prix dengan mesin 2 tak 500cc ke MotoGP
dengan motor 4 tak 990cc. Karena masih baru, hanya rider dari team pabrikan
yang menggunakan motor 4 tak, sedangkan rider team satelit masih dengan motor 2
tak. Dengan situasi seperti itu, Rossi tampil sangat dominan di musim 2002.
Lawannya saat itu hanyalah Tohru Ukawa yang merupakan rekan satu teamnya.
Perlawanan rider Jepang itupun boleh dibilang tak terlalu berarti. Sementara
Max Biaggi tak terlalu bisa memberi perlawanan karena motor Yamaha YZR M1 nya
tak sebanding dengan Honda RC211V yang dikendarai Rossi. Juara dunia kelas
MotoGP pun dengan mudah diraih oleh The Doctor.
2003,
Musuh Baru Merasa
kurang bisa bersaing dengan motor baru Yamaha, Biaggi memutuskan meninggalkan
Yamaha dan beralih ke Honda. Team Camel Honda Pons jadi tempat barunya.
Valentino Rossi menyambut “dengan senang hati” kedatangan The Roman Emperor di
Honda. Inilah saatnya membuktikan siapa yang lebih hebat diantara mereka.
Maklum, sebelumnya Biaggi sering “ngeles” dengan mengatakan kekalahannya akibat
motor Rossi jauh lebih baik.
Diluar
dugaan, lawan utama Rossi di musim 2003 itu justru datang dari team Telefonica
Movistar Honda. Dia adalah Sete Gibernau, Rider Spanyol yang saat itu baru
pindah dari Suzuki. Walau begitu, The Doctor tetap bisa mengatasi perlawanan
Gibernau hingga memastikan gelar juara dunia tetap ditangannya. Hal ini
menimbulkan tudingan miring terutama dari Gibernau dan Biaggi yang menganggap
Honda meng-anak emas-kan Rossi.
Kesal
dengan segala tuduhan miring itu, diakhir musim, Rossi mengambil keputusan besar
dengan memandatangani kontrak baru bersama Yamaha. Kabar kepergian Rossi dari
Honda jadi berita besar namun tetap tak luput dari anggapan tak sedap. Rossi
dianggap hanya mementingkan nilai kontrak yang lebih tinggi. Sementara Honda
menanggapinya dengan melarang Rossi melakukan kegiatan apapun terutama test
bersama Yamaha hingga akhir tahun 2003.
2004,
Membungkam segala Keraguan Seri perdana MotoGP 2004 yang berlangsung di sirkuit Welkom-Afrika Selatan bisa
jadi merupakan salah satu seri yang tak akan pernah dilupakan oleh Valentino
Rossi. Disanalah untuk pertama kalinya Rossi turun balapan bersama Yamaha.
Disana pula Rossi bisa membungkan segala keraguan tentang kepindahannya ke
Yamaha. Di sirkuit itu Rossi berhasil mempersembahkan gelar juara seri pertamanya
untuk Yamaha. Hebatnya lagi, Rossi meraihnya setelah memenangkan duel head to
head melawan Biaggi.
Di
tangan The Doctor, Yamaha YZR-M1 yang sebelumnya begitu susah untuk menggapai
podium berubah jadi motor yang tak gampang untuk ditaklukkan. Saat MotoGP
Australia di sirkuit Phillip Island, Rossi memastikan gelar juara dunia
pertamanya bersama Yamaha.
2005,
Puncak Kejayaan Valentino
Rossi menjalani musim keduanya bersama Yamaha dengan lebih enteng. Bersama
Colin Edwards, Rossi berhasil menggasak semua titel kejuaraan. Juara dunia
Rider, Team dan Constructor. Rossi meraih 11 kali juara seri dari 17 seri yang
berlangsung. Namun di musim ini pula untuk pertama kalinya Rossi memastikan
gelar juara dunianya tanpa menjadi juara seri. Itu terjadi saat MotoGP Malaysia
(sirkuit Sepang).
Kejadian
saat seri sebelumnya di sirkuit Motegi-Jepang nampaknya membuat rider Italia
itu memilih tampil safe di Sepang. Saat seri Motegi, Rossi gagal
memastikan gelar juara dunia ke-5 nya di kelas puncak (ke-7 untuk semua kelas)
gara-gara dia mengalami kecelakaan bersama rekan senegaranya, Marco Melandri.
2006,
Yamaha Panik Prestasi
puncak yang diraih Rossi dan Yamaha di musim 2005 ternyata tak membuat pabrikan
berlogo garpu tala itu menjadi tenang. Yamaha memulai musim 2006 dengan sejuta
rasa panik. Itu semua lantaran keinginan The Doctor untuk meninggalkan Yamaha
dan MotoGP menuju ajang Formula 1.
Wujud
kepanikan itu kemudian dituangkan dengan upaya untuk merombak YZR-M1 agar bisa
kompetitif dan easy riding walau dibawa oleh rider manapun. Semua demi
mengantisipasi kemungkinan jika benar Rossi pergi. Sayang, usaha itu malah jadi
malapetaka buat Yamaha.
Motor
yang di musim sebelumnya begitu mendominasi berubah jadi motor yang penuh
masalah. Getaran keras setiap memasuki tikungan yang kala itu terkenal dengan
istilah “chatter” terus mendera Yamaha. Belum lagi masalah teknis yang
lain. Rossi sempat dua kali gagal finish gara-gara motornya ngadat. Yang
pertama terjadi saat sedang memimpin race di sirkuit Le Mans-Prancis. Kedua
terjadi di sirkuit Laguna Seca-Amerika. Belum lagi beberapa insiden yang
menimpa Rossi, diantaranya: ditabrak Tony Elias saat seri perdana di sirkuit
Jerez, lalu kecelakaan saat sesi latihan di Assen yang membuat retak tulang
pergelangan tangan The Doctor.
Serangkain
masalah serta beban berat untuk mempertahankan gelar juara dunia akhirnya
membuat mental Rossi rapuh juga. Seri terakhir yang berlangsung di sirkuit
Valencia menjadi kenangan buruk buat The Doctor. Sempat terjatuh di lap ke-5
membuat Rossi harus kehilangan mahkota juara dunianya.
2007,
Komplain Ban Gagal
mempertahankan gelar juara dunia di musim 2006 membuat Rossi mengurungkan
niatnya meninggalkan ajang MotoGP. Rossi bahkan bersedia memperpanjang
kontraknya dengan Yamaha langsung untuk dua musim. Sesuatu yang belum pernah ia
lakukan sebelumnya.
Terlalu
fokus menyempurnakan motor guna mempertahankan gelar juara di musim 2006
membuat Yamaha keteteran dalam mengambangkan motor 800cc yang mulai dipakai
pada musim 2007. Di musim ini Rossi jadi “bulan-bulanan” Casey Stoner yang
menunggangi Ducati. Keadaan diperparah dengan diberlakukannya regulasi baru
tentang pembatasan penggunaan ban.
Sebelumnya,
rider pengguna ban Michelin bebas memilih kompon ban yang sesuai dengan
karakter si pembalap dan karakter sirkuit. Produsen ban asal Prancis itu pun
terbiasa membawa ban dengan jumlah tak terbatas dan dengan kompon yang sangat
spesifik sesuai permintaan masing-masing rider. Dengan adanya regulasi
pembatasan itu membuat para rider Michelin kalang kabut karena tak lagi punya
banyak pilihan. Hal ini kontras dengan rider pengguna Bridgestone yang sudah
terbiasa “tak punya banyak pilihan”.
Selkali
lagi Rossi gagal meraih mahkota juara dunianya. Bahkan Rossi juga gagal
mempertahankan posisi runner-up di akhir musim. Itu lantaran di seri terakhir
Rossi tak berhasil meraih 1 poin guna mengamankan posisi keduanya dari serangan
Dani Pedrosa. Padahal saat itu Rossi sudah nekat tetap tampil meski mengalami
cedera akibat kecelakaan saat sesi latihan. Lebih menyakitkan lagi, kegagalan
itu bukan karena Rossi tak sanggup menjalani race hingga finish tetapi karena
motor Yamaha-nya mengalami masalah.
2008,
Scusate Il Ritardo Lagi-lagi Rossi mengawali musim kompetisi dengan berbagai komentar miring. Kali
ini lantaran keputusannya “memecat” Michelin dan “memaksa” Bridgestone untuk
menyuplai ban untuknya. Keputusan ini oleh berbagai kalangan dianggap hanya
merupakan upaya Rossi untuk mencari “kambing hitam” atas kekalahannya di musim
2007.
Anggapan
itu semakin nyata ketika di seri-seri awal Rossi keteteran. Apalagi ketika
rekan satu teamnya, Jorge Lorenzo lebih dulu merasakan podium utama padahal dia
memakai ban Michelin.
Rossi
baru merasakan lagi indahnya naik podium tertinggi saat MotoGP China di sirkuit
Shanghai. Sejak itu Rossi kembali akrab dengan podium utama. Gelar juara dunia
yang dua tahun berturut-turut hilang pun kembali lagi kepadanya. Tak salah
kalau kemudian Rossi merayakan kembalinya mahkota juaranya dengan memakai kaos
bertuliskan “Scusate Il Ritardo” (Sorry for The Delay).
2009,
Musuh Dalam Selimut Valentino
Rossi nampaknya sudah mencium gelagat kalau rekan satu teamnya, Jorge Lorenzo
bakal jadi lawan tangguhnya di musim 2009. Itu sebabnya Rossi tetap meminta
Yamaha agar tetap memisahkan managemen antara mereka berdua. Rossi pula yang
tetap bersikeras mempertahankan tembok pemisah yang ada di paddock team Fiat
Yamaha. Sebelumnya, managemen berbeda serta tembok pemisah paddock itu ada
karena antara Rossi dan Lorenzo disupport oleh pabrikan ban yang berbeda. Di
musim 2009 semua rider menggunakan ban Bridgestone, menyusul regulasi single
suplier tyre yang diberlakukan.
Dugaan
Rossi tak meleset. Musuh terbesarnya musim itu memang Jorge Lorenzo. Rider
Spanyol itulah yang selalu membayanginya di lintasan. Apalagi ketika Casey
Stoner memutuskan istirahat guna memulihkan kondisinya, praktis lawan Rossi
“cuma” Lorenzo. Namu pengalaman dan skill balapnya yang tentu saja lebih tinggi
dibanding Lorenzo membuat Rossi berhasil menambah koleksi gelar juara dunianya.
2010,
Torno Subito Tak
puas dengan managemen berbeda dan tembok pemisah, musim 2010 Rossi semakin
menjaga jarak dengan Lorenzo dengan ditiadakannya pertukaran data (data
sharing) antara mereka berdua. Rossi memang sempat berdalih kalau keputusan itu
atas permintaan Lorenzo yang ingin mengembangkan motor sendiri, namun tetap
saja publik menganggap hal itu adalah wujud keegoisan Rossi.
Rossi
mengawali musim 2010 dengan penuh keceriaan setelah berhasil menjadi juara di
seri perdana di sirkuit Losail-Qatar. Sayang di dua seri berikutnya yakni di
Jerez-Spanyol dan Le Mans-Prancis, The Doctor dihabisi oleh teamate-nya,
Jorge Lorenzo.
Tak
ingin semakin jauh tertinggal, Rossi bertekad menang di seri Mugello-Italia.
Sebagai rider yang pernah 7 kali berturut-turut meraih juara disana, Rossi punya
harapan besar menang dihadapan publiknya sendiri. Namun sebuah insiden saat
sesi latihan membuat Rossi harus mengubur impiannya. The Doctor mengalami patah
tulang kaki hingga diperkirakan baru akan tampil saat seri ke-9 di sirkuit
Brno-Republik Ceko.
Kehadiran
Rossi tentunya sangat dinantikan oleh MotoGP Mania seluruh dunia. Bukan cuma
oleh para penggemarnya tetapi juga oleh para rivalnya di MotoGP.